LAYANAN DARURAT COVID-19
112
0813 8837 6955

Beranda > Informasi > FAQ

FAQ

Pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai COVID-19.

Informasi Dasar COVID-19

Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut Berat/Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan, Tiongkok, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).

Gejala COVID-19 sebagai berikut:

  • Demam ≥ 38°C
  • Batuk kering
  • Sesak napas
  • Nyeri tenggorok/menelan

Jika ada orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke negara terjangkit atau pernah merawat/kontak erat dengan penderita COVID-19, maka orang tersebut akan diperiksa melalui pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.

Jika ada gejala di atas DAN ada riwayat perjalanan dari negara terjangkit COVID-19 atau Anda terpapar dengan pasien positif COVID-19, hubungi Jakarta Tanggap COVID-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta di nomor 112 atau di nomor Whatsapp 081 112 112 112 atau 081 388 376 955 untuk mendapat arahan lebih lanjut.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah seseorang yang mengalami demam (≥38°C) atau riwayat demam; atau ISPA TANPA pneumonia DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memenuhi salah satu kriteria: memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah yang melaporkan transmisi lokal” atau “memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal di Indonesia”.

Pasien Dalam Pengawasan adalah seseorang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yaitu demam (≥38°C) atau riwayat demam; disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan seperti: batuk/sesak nafas/sakit tenggorokan/pilek/pneumonia ringan hingga berat DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memenuhi salah satu kriteria: "memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri yang melaporkan transmisi lokal" atau "memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal di Indonesia";

atau

Seseorang dengan demam (≥38°C) atau riwayat demam atau ISPA DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau probabel COVID-19;

atau

Seseorang dengan ISPA berat/pneumonia berat di area transmisi lokal di Indonesia yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Kontak Erat adalah seseorang yang melakukan kontak fisik atau berada dalam ruangan atau berkunjung (dalam radius 1 meter dengan kasus Pasien Dalam Pengawasan, probabel, atau konfirmasi) dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala. Dikategorikan menjadi kontak erat risiko rendah apabila kontak dengan kasus Pasien Dalam Pengawasan dan kontak erat risiko tinggi apabila kontak dengan kasus konfirmasi atau probable.
Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap. Walaupun angka kematian penyakit ini masih jarang, namun bagi orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung), mereka biasanya lebih rentan untuk gejala yang lebih parah. Orang yang mengalami demam, batuk, dan sulit bernapas harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti berapa lama COVID-19 mampu bertahan di permukaan suatu benda, meskipun studi awal menunjukkan bahwa COVID-19 dapat bertahan hingga beberapa jam, tergantung jenis permukaan, suhu, atau kelembaban lingkungan.

Namun desinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lagi. Dan membiasakan cuci tangan dengan air dan sabun, atau handrub berbasis alkohol, serta hindari menyentuh mata, mulut atau hidung (segitiga wajah) lebih efektif melindungi diri Anda.

SARS adalah coronavirus yang diidentifikasi pada tahun 2003 dan termasuk dalam keluarga besar virus yang sama dengan COVID-19, namun berbeda jenis virusnya. Gejalanya mirip dengan COVID-19, namun SARS lebih berat. SARS lebih mematikan tetapi tidak lebih infeksius (menular) dibanding COVID-19.
Taksi, bajaj, dan mobil angkutan online tidak ada pembatasan jam operasional. Tetap dapat beroperasi 24 jam.
Pembatasan terhadap sepeda motor dibagi menjadi 2 jenis yaitu: sepeda motor online dan sepeda motor pribadi. Sepeda motor online hanya untuk jasa pengantaran barang/makanan/minuman. Tidak boleh membawa penumpang. Sepeda motor pribadi boleh membawa penumpang namun harus memiliki alamat tempat tinggal yang sama yang dibuktikan dengan Kartu Identitas.
Boleh, dengan tetap menerapkan physical distancing dalam operasionalnya termasuk pada saat melakukan kegiatan bongkar-muat.

Penularan COVID-19

Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. Atau bisa juga seseorang terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya penting untuk memakai masker dan menjaga jarak dengan orang lain.

Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber virus, jenis paparan, dan cara penularannya. Tetap pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.

Orang yang tinggal atau bepergian di daerah di mana virus COVID-19 bersirkulasi sangat mungkin berisiko terinfeksi. Mereka yang terinfeksi adalah orang-orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala melakukan perjalanan dari negara terjangkit, atau yang kontak erat, seperti anggota keluarga, rekan kerja atau tenaga medis yang merawat pasien sebelum mereka tahu pasien tersebut terinfeksi COVID-19.

Petugas kesehatan yang merawat pasien yang terinfeksi COVID-19 berisiko lebih tinggi dan harus konsisten melindungi diri mereka sendiri dengan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat.

Tidak ada batasan usia orang-orang dapat terinfeksi oleh coronavirus ini (COVID-19). Namun orang yang lebih tua dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti asma, diabetes, penyakit jantung, atau tekanan darah tinggi) tampaknya lebih rentan mengalami gejala yang lebih parah.

Cara penularan utama penyakit ini adalah melalui tetesan kecil (droplet) yang dikeluarkan pada saat seseorang batuk atau bersin. Saat ini WHO menilai bahwa risiko penularan dari seseorang yang tidak bergejala COVID-19 sama sekali sangat kecil kemungkinannya.

Namun, banyak orang yang teridentifikasi COVID-19 hanya mengalami gejala ringan seperti batuk ringan, atau tidak mengeluh sakit, yang mungkin terjadi pada tahap awal penyakit. Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan periode penularan atau masa inkubasi COVID-19. Tetap pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.

Tidak. Hingga saat ini penelitian menyebutkan bahwa virus penyebab COVID-19 ditularkan melalui kontak dengan tetesan kecil (droplet) dan saluran pernapasan.
Saat ini, belum ditemukan bukti bahwa hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat terinfeksi virus COVID-19. Namun, akan jauh lebih baik untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan hewan peliharaan. Kebiasaan ini dapat melindungi Anda terhadap berbagai bakteri umum seperti E.coli dan Salmonella yang dapat berpindah antara hewan peliharaan dan manusia.
Vaksin untuk mencegah infeksi COVID-19 sedang dalam tahap pengembangan/uji coba.
Segera hubungi Jakarta Tanggap COVID-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta di nomor 112 atau di nomor Whatsapp 081 112 112 112 atau 081 388 376 955 untuk mendapat arahan lebih lanjut.
Anda tidak disarankan untuk berkegiatan di luar rumah. Pastikan teman atau tetangga Anda melakukan isolasi mandiri atau menghubungi Jakarta Tanggap COVID-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta di nomor 112 atau di nomor Whatsapp 081 112 112 112 atau 081 388 376 955 untuk mendapat arahan lebih lanjut.
Orang yang menerima paket tidak berisiko tertular virus COVID-19. Dari pengalaman dengan coronavirus lain, kita tahu bahwa jenis virus ini tidak bertahan lama pada benda mati, seperti surat atau paket.
Saat ini tidak ada bukti bahwa penularan coronavirus penyebab COVID-19 dari makanan. Virus seperti coronavirus tidak bisa hidup lama di luar tubuh.
Waktu yang diperlukan sejak tertular/terinfeksi hingga muncul gejala disebut masa inkubasi. Saat ini masa inkubasi COVID-19 diperkirakan antara 1-14 hari, dan perkiraan ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan kasus.

Tes untuk coronavirus hanya dilakukan jika ada kemungkinan besar Anda memiliki penyakit tersebut.

Misalnya jika:

  • Anda melakukan kontak dekat dengan seseorang dengan orang yang positif COVID-19
  • Anda bepergian ke negara atau daerah dengan risiko COVID-19 tinggi dalam 14 hari terakhir

Dalam kasus ini, Anda dapat hubungi Jakarta Tanggap COVID-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta di nomor 112 atau di nomor Whatsapp 081 112 112 112 atau 081 388 376 955 untuk mendapat arahan lebih lanjut.

Anda tidak disarankan untuk melakukan kegiatan di luar rumah kecuali untuk kegiatan yang penting atau mendesak. Jika Anda mengalami gejala demam/batuk/pilek/nyeri tenggorok atau sesak napas, segera kembali ke rumah, lakukan isolasi diri dan Segera hubungi Jakarta Tanggap COVID-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta di nomor 112 atau di nomor Whatsapp 081 112 112 112 atau 081 388 376 955 untuk mendapat arahan lebih lanjut.

Jika Anda diduga terjangkit COVID-19, Tim Tanggap COVID-19 akan mengambil beberapa sampel untuk diuji, misalnya:

  • Lendir dari hidung, tenggorokan, atau paru-paru, dan/atau
  • darah

Dan, anda akan diisolasi dari orang lain sampai dikonfirmasi apakah Anda negatif terinfeksi coronavirus.

Mencegah Penularan COVID-19

Cara mencegah virus corona
Berikut langkah - langkah sederhana sebagai perlindungan dasar terhadap virus corona baru yang wajib dilakukan:

1. Rutin mencuci tangan
Jika sebelumnya, Anda hanya mencuci tangan dengan air saja maka hentikan kebiasaan tersebut. Rutinlah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik. Pastikan Anda membersihkan seluruh tangan, termasuk jari, sela-sela jari, dan juga ujung kuku.

2. Physical distancing

WHO telah resmi mengubah frasa social distancing menjadi physical distancing. Frasa physical distancing dirasa lebih pas karena bukan dimaksudkan untuk menjaga jarak sosial, melainkan menjaga jarak fisik. Oleh sebab itu, disarankan untuk menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain.

3. Hindari memegang mata, hidung, dan mulut
Memang bukan perkara yang mudah untuk tidak memegang apa yang ada di wajah karena sudah menjadi kebiasaan setiap hari bagi kebanyakan orang.

4. Ketika bersin dan batuk, jangan lupa tutup

Tutuplah menggunakan siku bagian dalam karena area tersebut jarang tersentuh sehingga mengurangi risiko penularan virus. Selain menggunakan siku bagian dalam, Anda juga bisa menggunakan tisu namun pastikan buang bekasnya dengan segera ke tempat sampah.

5. Tetap di rumah
Meski tak merasakan gejala apa pun, namun Anda bisa saja menjadi carrier dan menularkan virus corona ke orang lain. Ketika virus tersebut menginfeksi orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, maka bisa menyebabkan Covid-19.

Hingga saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah penularan COVID-19 tetapi Anda dapat melakukan tindakan pencegahan agar tidak tertular. Diantaranya dengan:

  1. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar sistem imunitas/kekebalan tubuh meningkat.
  2. Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan alkohol 70-80% handrub sesuai langkah-langkah mencuci tangan yang benar. Mencuci tangan sampai bersih merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Dan, sebagian besar penyebaran penyakit akibat virus dan bakteri bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.
  3. Ketika batuk dan bersin, upayakan menjaga agar lingkungan Anda tidak tertular. Tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau dengan lipatan siku tangan bagian dalam (bukan dengan telapak tangan) dan gunakan masker.
  4. Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum.
  5. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah). Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita.
  6. Gunakan masker penutup mulut dan hidung ketika Anda berada di luar rumah.
  7. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu cucilah tangan Anda.
  8. Menunda perjalanan ke daerah/ negara dimana virus ini ditemukan.
  9. Hindari bepergian ke luar rumah kecuali untuk kegiatan mendesak atau saat Anda merasa kurang sehat, terutama jika Anda merasa demam, batuk, dan sulit bernapas. Segera hubungi petugas kesehatan terdekat, dan mintalah bantuan mereka. Sampaikan pada petugas jika dalam 14 hari sebelumnya Anda pernah melakukan perjalanan terutama ke negara terjangkit, atau pernah kontak erat dengan orang yang memiliki gejala yang sama. Ikuti arahan dari petugas kesehatan setempat.
  10. Selalu pantau perkembangan penyakit COVID-19 dari sumber resmi dan akurat. Ikuti arahan dan informasi dari petugas kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat. Informasi dari sumber yang tepat dapat membantu Anda melindungi dari Anda dari penularan dan penyebaran penyakit ini.
Iya. Namun, Anda dapat menggunakan masker kain (berlapis 3) karena masker kesehatan dibutuhkan oleh petugas medis.
Iya. Anda wajib untuk selalu menggunakan masker saat berkegiatan di luar rumah. Masker yang digunakan dapat berupa masker kain (berlapis 3).
Anda diminta untuk selalu waspada dan mengikuti imbauan pemerintah. Tetap berada di rumah dan berkegiatan dari rumah dan tetap tenang. Carilah informasi yang benar dan akurat tentang perkembangan COVID-19 agar Anda mengetahui situasi wilayah Anda dan Anda dapat mengambil tindakan pencegahan yang tepat.
Tidak. Antibiotik hanya bekerja untuk melawan bakteri, bukan virus. Karena COVID-19 disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak bisa digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan. Namun, jika Anda dirawat di rumah sakit dan didiagnosis COVID-19, Anda mungkin akan diberikan antibiotik, karena seringkali terjadi infeksi sekunder yang disebabkan bakteri.
Pemindai suhu tubuh dinilai efektif dalam mendeteksi orang dengan suhu tinggi yang dapat disebabkan oleh coronavirus. Tetapi, alat ini tidak dapat mendeteksi orang yang terjangkit COVID-19 dengan gejala suhu tinggi yang tidak ditemukan.

Orang yang terinfeksi COVID-19 dan influenza akan mengalami gejala infeksi saluran pernafasan yang sama, seperti demam, batuk dan pilek. Walaupun gejalanya sama, tapi penyebab virusnya berbeda-beda, sehingga kita sulit mengidentifikasi masing-masing penyakit tersebut.

Pemeriksaan medis yang akurat disertai rujukan pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk mengonfirmasi apakah seseorang terinfeksi COVID-19. Bagi setiap orang yang menderita demam, batuk, dan sulit bernapas sangat direkomendasikan untuk segera mencari pengobatan, dan memberitahukan petugas kesehatan jika mereka telah melakukan perjalanan dari wilayah terjangkit dalam 14 hari sebelum muncul gejala, atau jika mereka telah melakukan kontak erat dengan seseorang yang sedang menderita gejala infeksi saluran pernafasan.

Kasus COVID-19

WHO secara ketat memantau situasi terkini dan secara teratur menerbitkan informasi tentang penyakit ini. Informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini dapat dilihat melalui: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019 atau https://infeksiemerging.kemkes.go.id/category/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus
Anda dapat melihat informasi mengenai ODP dan PDP sekaligus orang positif COVID-19 pada portal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di https://infeksiemerging.kemkes.go.id atau pada menu Data di https://corona.jakarta.go.id/data untuk data kasus di DKI Jakarta.
Situasi perkembangan penyakit COVID-19 di Indonesia dapat dipantau melalui laman website https://infeksiemerging.kemkes.go.id atau melalui https://corona.jakarta.go.id/data untuk memantau perkembangan kasus di Jakarta.
Untuk kondisi saat ini, seseorang belum bisa diberikan surat keterangan bebas COVID-19, karena kita tidak pernah tahu apakah dia pernah kontak dengan orang yang sakit COVID-19.

Sejak 5 Februari 2020, Indonesia telah memberlakukan pembatasan perjalanan ke Tiongkok berupa penghentian sementara penerbangan dari dan ke Tiongkok.
Pada tanggal 5 Maret 2020, Indonesia juga memberlakukan pelarangan transit atau masuk ke Indonesia bagi pelaku perjalanan yang dalam 14 hari sebelumnya datang dari wilayah berikut:

  • Iran: Tehran, Qom, Gilan
  • Italia: Wilayah Lombardi, Veneto, Emilia Romagna, Marche dan Piedmont
  • Korea Selatan: Kota Daegu dan Provinsi Gyeongsangbuk-do.

Informasi tentang media KIE atau situasi perkembangan COVID-19, dapat diakses melalui:

Halo Kemenkes: 1500567
Hotline Emergency Operation Center (EOC): 119 atau (021) 521 0411 atau 0812 1212 3119

Twitter: @KemenkesRI
Facebook: @KementerianKesehatanRI
Instagram: @kemenkes_ri
Website: www.who.int, www.infeksiemerging.kemkes.go.id, www.sehatnegeriku.kemkes.go.id

Bantuan Sosial PSBB COVID-19

Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 adalah program bantuan sosial kepada warga/ masyarakat di Provinsi DKI Jakarta yang rentan terdampak dalam memenuhi kebutuhan dasar atau kebutuhan pokoknya selama pelaksanaan PSBB. Bantuan sosial ini disalurkan dalam bentuk bahan pokok dan/atau bantuan langsung lainnya, yang mekanisme penyalurannya diatur sesuai ketentuan.
Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 bertujuan untuk mendorong seluruh lapisan masyarakat khususnya bagi yang terdampak dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, untuk ikut melaksanakan PSBB dalam upaya pencegahan wabah COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta.

Penerima Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 ditargetkan sebanyak 1,2 juta keluarga miskin dan rentan yang bermukim di Provinsi DKI Jakarta. Data termasuk:

  1. Penerima Bansos existing Jakarta (Termasuk pangan murah, KJP, KLJ, Disablitas dan PKD anak)
  2. Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dari Dinsos dan Kemensos
  3. Data pekerja terdampak COVID-19 oleh Dinas Tenaga Kerja

Penerima program bansos COVID-19 adalah keluarga seperti pada poin 3 ditambah dengan keluarga yang memiliki penghasilan kurang dari Rp 5 juta per bulan dan mengalami salah satu dampak di bawah ini:

Daftar penerima Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 meliputi keluarga yang sudah:

  1. terkena PHK atau dirumahkan dengan pengurangan atau tidak menerima gaji;
  2. tutup usaha/tidak bisa berjualan kembali; dan
  3. pendapatan/omset berkurang drastis akibat pandemik COVID-19.

Untuk mengetahui daftar nama penerima, warga dapat menanyakan kepada RW tempat tinggal masing-masing.

Keluarga yang sudah terdaftar sebagai penerima Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 namun belum mendapatkan bantuan, maka dapat melaporkannya kepada pengurus RW setempat untuk dilakukan pengisian formulir untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
  1. Bagi keluarga yang berdomisili di Jakarta dan memenuhi kriteria (lihat no. 4), namun namanya tidak terdaftar, maka dapat segera melaporkan kepada RW setempat untuk kemudian mengisi formulir permohonan Bantuan Sosial PSBB COVID-19 dan wajib melampirkan surat Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) dari Perusahaannya bagi yang terkena PHK atau dirumahkan.
  2. Bagi keluarga yang berdomisili di Jakarta dan memenuhi kriteria, namun tidak memiliki KTP/Identitas wilayah DKI Jakarta maka dapat segera melaporkan kepada RW setempat untuk kemudian mengisi formulir permohonan Bantuan Sosial PSBB COVID-19 dan wajib melampirkan surat keterangan domisili dari Ketua RT setempat serta wajib melampirkan surat Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) dari Perusahaannya bagi yang terkena PHK atau dirumahkan.
Keluarga yang merasa tidak memenuhi kriteria penerima namun terdaftar sebagai penerima Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 dapat melaporkannya kepada pengurus RW setempat untuk dilakukan pencatatan guna pemutakhiran basis data, dan untuk difasilitasi pengembalian bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Setiap keluarga penerima Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 akan memperoleh 1 (satu) paket bantuan berisikan komoditas pangan, alat kebersihan diri dan masker yang dikemas rapat agar higienis. Komposisi komoditas pangan yang diberikan memperhatikan pemenuhan rerata kalori harian. Tidak ada pemberian bantuan berupa uang tunai. Selengkapnya komposisi Paket Bantuan Sosial PSBB COVID-19 Provinsi DKI Jakarta adalah terdiri dari:

  1. Beras 5 kg (1 karung);
  2. Bahan makanan berprotein (2 kaleng);
  3. Biskuit (2 bungkus);
  4. Minyak goreng 0,9 liter (1 bungkus);
  5. Sabun mandi batang (2 buah); dan
  6. Masker kain (2 buah).
Pendistribusian Bantuan Sosial PSBB COVID-19 dilaksanakan melalui metode pengantaran ke alamat tempat tinggal penerima. Ketua RW akan melakukan verifikasi data penerima dan mengirimkan langsung hingga ke pintu rumah penerima bantuan dengan protokol penerapan jarak fisik (physical distancing).
Distribusi bantuan sosial dilaksanakan secara terjadwal mulai tanggal 9 sampai dengan 24 April 2020. Rincian jadwal dan lokasi distribusi dipublikasikan di kanal resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Mekanisme pendistribusian bantuan sosial telah diatur sesuai jadwal untuk menghindari kerumunan warga. Bantuan sosial yang didistribusikan tersebut langsung diantar ke rumah warga. Sehingga warga tidak perlu berkumpul untuk mengambil bantuan, guna meminimalisasi potensi penularan COVID-19. Para Walikota, Camat, Lurah dan Ketua RW setempat turut mengawasi proses pendistribusian bansos dan berkolaborasi dengan TNI dan Polri dalam keamanan dan ketertiban termasuk mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan aturan saat berada di luar rumah (memakai masker dan physical distancing) selama proses ini berlangsung hingga selesai.
Pertanyaan, keluhan atau dugaan penyimpangan mengenai pendistribusian bantuan Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 dapat disampaikan melalui call center Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta melalui nomor telepon: (021) 426 5115, nomor seluler 082 111 420 717 dan 087 777 065 202, serta 14 Kanal Pengaduan Resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah terintegrasi dengan Cepat Respon Masyarakat (CRM) dengan prioritas pada layanan pengaduan berbasis daring (online), yaitu: Aplikasi JAKI (Jakarta Kini), Twitter akun @DKIJakarta, Facebook akun Pemprov DKI Jakarta, Alamat Email: dki@jakarta.go.id, Akun Media Sosial Gubernur, SMS 081 112 722 06, Website Jakarta.go.id, Aplikasi QLUE, LAPOR 1708.
Dalam proses penyelenggaraan Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan mekanisme pendataan (pengumpulan data, verifikasi dan validasi data) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penyediaan informasi publik terkait daftar penerima bantuan sosial akan mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku sesuai dengan amanat Undang-Undang RI No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Informasi mengenai daftar penerima bantuan sosial dapat diakses oleh publik melalui mekanisme permohonan informasi publik dengan mengecualikan data yang terkait dengan informasi pribadi penerima bantuan sosial ataupun informasi yang dikecualikan lainnya menurut UU Keterbukaan Informasi Publik.
Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 bersumber dari realokasi anggaran APBD DKI Jakarta.

Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 adalah program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bentuk, jadwal dan mekanisme penyaluran bantuannya telah disebutkan pada poin 9, 10, dan 11. Pembiayaan Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 bersumber dari APBD DKI Jakarta dan terpisah sumber pembiayaannya dari Program Bantuan Sosial yang direncanakan oleh Pemerintah Pusat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung Program Bantuan Sosial yang akan dilaksanakan Pemerintah Pusat agar dapat terlaksana secara efektif dan mengurangi beban warga miskin dan rentan yang bermukim di wilayah Jakarta selama pelaksanaan PSBB.

Proyek Konstruksi Selama PSBB

Tidak, kegiatan konstruksi termasuk dalam kategori kegiatan yang dikecualikan untuk dihentikan sementara dalam pelaksanaan PSBB sebagaimana diatur dalam Pergub No. 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan COVID-19 Di Provinsi DKI Jakarta pada Pasal 10 ayat 1 huruf d butir 8, namun pemilik/pimpinan proyek memiliki beberapa kewajiban untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Pemilik/pimpinan proyek konstruksi harus memastikan aktivitas pekerja terbatas di dalam kawasan proyek, selain itu juga wajib:

  1. menunjuk penanggung jawab dalam pelaksanaan pencegahan COVID-19 di kawasan proyek;
  2. membatasi interaksi dan aktivitas para pekerja hanya di dalam kawasan proyek;
  3. menyediakan tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari seluruh pekerja selama berada di kawasan proyek;
  4. menyediakan ruang kesehatan di tempat kerja yang dilengkapi dengan sarana kesehatan yang memadai;
  5. menyampaikan penjelasan, anjuran, kampanye, promosi teknik pencegahan COVID-19 dalam setiap kegiatan penyuluhan K3 pagi hari atau safety morning talk; dan
  6. melakukan pemantauan secara berkala kesehatan para pekerja selama berada dalam kawasan proyek.
Dianjurkan agar proyek konstruksi dihentikan sementara untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Pengaturan pelaksanaan pekerjaan dalam kawasan proyek untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19, yaitu:

  1. penerapan perilaku hidup bersih dan sehat yang terintegrasi dengan program K3 dan menyediakan dan mewajibkan penggunaan fasilitas cuci tangan, hand sanitizer, masker dan sarung tangan bagi pekerja;
  2. pengukuran suhu terhadap setiap orang yang memasuki lokasi proyek;
  3. pengaturan jarak aman (social distancing) antar pekerja paling kurang 1 (satu) meter; dan
  4. pelaksanaan pekerjaan proyek dibatasi pada pukul 8.00 sampai dengan 16.00 WIB.

Jika ada pekerja/karyawan yang menjadi pasien dalam pengawasan (PDP), maka yang harus dilakukan oleh Pemilik/Pimpinan Proyek Konstruksi adalah:

  1. Aktivitas pekerjaan di tempat kerja harus dihentikan sementara paling sedikit 14 (empat belas) hari kerja.
  2. Melakukan evakuasi dan penyemprotan desinfektan pada seluruh tempat, fasilitas, dan peralatan kerja dengan melibatkan petugas medis dan satuan pengamanan.
Tidak. Pemilik/pimpinan proyek konstruksi wajib menyediakan tempat tinggal dan kebutuhan hidup sehari-hari di kawasan proyek.
Ya. Berlaku untuk semua kegiatan pembangunan yang berskala besar, sedang dan rendah dengan melakukan kewajiban-kewajiban pencegahan penyebaran COVID-19.
Ya. Pelanggaran terhadap pelaksanaan PSBB ini akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Ya. Pemilik/Pelaksana harus melaporkan pelaksanaan/penerapan pencegahan penyebaran COVID-19 di lokasi proyek kepada Pemprov DKI Jakarta dan Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta melalui email dinas_cktrp@jakarta.go.id.
Ya. Masyarakat dapat turut berpartisipasi aktif memantau pelaksanaan PSBB termasuk kegiatan konstruksi dan dapat melaporkan hasil pemantauan tersebut ke kanal pengaduan Provinsi DKI Jakarta yang terintegrasi dengan Cepat Respon Masyarakat atau kanal resmi lainnya.

PSBB Dunia Usaha: Umum

Dalam Pergub No. 33 Tahun 2020, dinyatakan bahwa pimpinan tempat kerja yang melakukan penghentian sementara aktivitas bekerja wajib menjaga keamanan lokasi dan lingkungan sekitar tempat kerja.
Membawa surat tugas cap basah dan ID Card pegawai.

PSBB Dunia Usaha: Sektor Transportasi dan Logistik

Ada 2 hal utama, yaitu jarak dan waktu. Jarak maksudnya jarak antar orang di dalam kendaraan, dengan dibatasinya jarak antar orang maka jumlah orang yang boleh diangkut dibatasi, dan waktu maksudnya jam operasi layanan angkutan umum dibatasi hanya pada durasi tertentu saja.
Dengan cara membatasi jumlah maksimal orang yg boleh diangkut oleh suatu kendaraan yaitu maksimal 50% dari kapasitas tempat duduk masing-masing kendaraan.
Pembatasan waktu operasi hanya diberlakukan bagi Angkutan Umum Dalam Trayek seperti Bus Antar Kota, Bus Transjakarta, Bus Kota/Angkot reguler, KRL, MRT, LRT, dan Kapal Penyeberangan Kep. Seribu.
Kartu Identitas tidak hanya berupa KTP, dapat tunjukkan Kartu Identitas lainnya yang tertera alamat tempat tinggal. Prinsipnya adalah alamatnya sama.
KTP, SIM, ID Card Kantor, KK/Kartu Keluarga.
Tidak boleh.
Dipersilahkan menggunakan angkutan umum, baik Dalam Trayek maupun Tidak Dalam Trayek.
Tidak boleh karena berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009 sepeda motor hanya boleh memboncengi 1 (satu) orang.
Dikenakan sanksi sesuai UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, yaitu pidana penjara maksimal 1 tahun dan/atau denda maksimal. Rp100.000.000.
Segenap jajaran Pemprov DKI Jakarta (Dinas Perhubungan, Satpol PP, dll) bersama jajaran TNI dan POLRI.
Tidak ada pengecualian. Untuk itu Pemprov DKI telah menyediakan angkutan khusus Tenaga Kerja Rumah Sakit dengan Bus Transjakarta dan Bus Sekolah.
Untuk saat ini yg sudah ditetapkan adalah dari 10 s.d. 23 April 2020 dan dapat diperpanjang sesuai penetapan masa PSBB oleh Gubernur DKI Jakarta.
Ya. MRT dan LRT tetap beroperasi mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB.
Ya. Layanan Transjakarta yang berada di dalam 13 koridor utama tetap beroperasi mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB.
Ya. Angkutan Umum seperti bus besar, bus sedang, dan bus kecil tetap beroperasi mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB.
Ya. Bajay boleh beroperasi dan tidak dibatasi waktu operasionalnya.
Dua orang, terdiri dari 1 orang pengemudi dan 1 orang penumpang.
Ya. Taksi boleh beroperasi di Jakarta dan tidak dibatasi waktu operasionalnya.
Untuk taksi berkursi 2 baris boleh mengangkut 3 orang, terdiri dari 1 orang pengemudi di depan dan 2 orang penumpang di baris belakang. Sedangkan taksi berkursi 3 baris boleh mengangkut 4 orang, terdiri dari 1 orang pengemudi di depan, 2 orang penumpang di baris kedua, dan 1 orang penumpang di baris ketiga.
Ya. KRL beroperasi mulai pulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB.
Bisa. Anda dapat menggunakan layanan Angkutan Perairan yang dioperasionalkan Dinas Perhubungan mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB. Namun jika tidak ada keperluan yang mendesak, sebaiknya Anda tetap berada di rumah.

Untuk petugas tenaga kesehatan, Transjakarta menyediakan layanan khusus yang beroperasi mulai pukul 05.30 WIB sampai dengan pukul 23.30 WIB.

Sebelum naik ke bus atau masuk ke dalam halte, Tenaga Rumah Sakit dan Puskesmas diwajibkan untuk menunjukkan Kartu Pegawai Rumah Sakit/Puskesmas, atau Surat Keterangan Bekerja yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit/Puskesmas. Tarif yang berlaku untuk layanan ini adalah Rp3,500.

Ya. Prasarana transportasi dan fasilitas penunjangnya tetap beroperasi mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB. Khusus untuk halte Transjakarta yang memberikan layanan tenaga kesehatan memberikan tambahan jam operasional mulai pukul 19.30 WIB sampai dengan pukul 23.30 WIB.

Transjakarta membuka 9 rute Khusus bagi Tenaga Rumah Sakit dan Puskesmas yang berasal dari Kawasan penyangga Bodetabek.

Sembilan rute tersebut akan diberangkatkan dari 8 lokasi berikut ini:

  • TRS1 : Poris Plawad - Juanda
  • TRS2 : Poris Plawad - Blok M
  • TRS3 : BSD - Blok M
  • TRS4 : Cibubur - Blok M
  • TRS5 : Depok - Kampung Melayu
  • TRS6 : Botani Square - Kampung Melayu
  • TRS7 : Summarecon Bekasi - Blok M
  • TRS8 : Bekasi Timur - Manggarai
  • TRS9 : Bintaro - Blok M

Rute ini akan berhenti di beberapa halte Transjakarta dalam koridor, sehingga pelanggan dapat naik dan turun di halte untuk mengakses layanan ini.

Angkutan barang yang diperbolehkan beroperasi adalah angkutan barang yang mengangkut barang pemenuhan kebutuhan pokok dan barang-barang yang digunakan untuk kegiatan yang diperbolehkan selama pelaksanaan PSBB di Jakarta (Lampiran 3 Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan No. 71 Tahun 2020).
Tidak bisa.
Bisa.

Bisa, namun jumlah penumpangnya dibatasi. Untuk angkutan roda empat online berkursi 2 baris boleh mengangkut 3 orang, terdiri dari 1 orang pengemudi di depan dan 2 orang penumpang di baris belakang.

Sedangkan angkutan roda empat online berkursi 3 baris boleh mengangkut 4 orang, terdiri dari 1 orang pengemudi di depan, 2 orang penumpang di baris kedua, dan 1 orang penumpang di baris ketiga.

Bisa. Asalkan alamat pada kartu identitas harus sama.

Bisa, namun jumlah penumpangnya dibatasi. Untuk mobil pribadi berkursi 2 baris boleh mengangkut 3 orang, terdiri dari 1 orang pengemudi di depan dan 2 orang penumpang di baris belakang.

Untuk angkutan mobil pribadi berkursi 3 baris boleh mengangkut 4 orang, terdiri dari 1 orang pengemudi di depan, 2 orang penumpang di baris kedua, dan 1 orang penumpang di baris ketiga.

Dan untuk mobil pribadi berkursi 4 baris boleh mengangkut 6 orang, terdiri dari 1 orang pengemudi di depan, 2 orang penumpang di baris kedua, 1 orang penumpang di baris ketiga dan 2 orang penumpang di baris keempat.

Anda harus menjaga jarak aman antar pelanggan sejauh minimal 1 (satu) lengan tangan baik di dalam bus maupun di halte dan wajib menggunakan masker kain 2 lapis yang bersih.
Ya. Pembatasan jumlah penumpang maksimal di dalam bus, yakni 60 orang untuk bus gandeng, 30 orang untuk bus besar, dan 15 orang untuk bus sedang.
Apakah jumlah penumpang di dalam MRT Jakarta akan dibatasi?
Ya. Pembatasan jumlah penumpang maksimal di dalam LRT Jakarta adalah 30 orang per kereta.
Ya. Layanan bus kecil tetap beroperasi mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB.
Anda bisa membuka laman web https://covid19.transjakarta.co.id.
Ya, KECUALI angkutan barang untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan untuk kegiatan yg diperbolehkan pada masa PSBB.
Angkutan barang penunjang urusan kesehatan, bahan pangan/makanan/ minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, dan industri strategis.
Maksimal 2 orang (termasuk sopir) untuk mobil barang yg memiliki tempat duduk 1 (satu) baris; Maksimal 3 (tiga) orang (termasuk sopir) untuk mobil barang yang memiliki tempat duduk 2 (dua) baris.
Ya. Wajib.
Surat muatan barang, Buku uji/Kir dan Kartu pengawasan bagi angkutan barang berbahaya.
Ya. Tetap beroperasi.
Boleh asal memenuhi persyaratan operasional angkutan barang.
Tidak.
Boleh.
Tidak. Jumlah tamu harus sesuai dengan kapasitas normal kamar. Apabila ada extra bed, jarak yang diperkenankan adalah minimal 2 meter antarkasur.
Boleh.

PSBB Dunia Usaha: Sektor Perhotelan

  1. Jika memungkinkan, gunakan bahan pembersih (cleaning materials) sekali pakai. Buang semua peralatan pembersih yang terbuat dari kain dan bahan yang menyerap. Atau lakukan pembersihan dengan desinfektan pada bahan pembersih (cleaning materials) yang tidak berpori dengan larutan natrium hipoklorit 0,5% atau sesuai dengan instruksi pabrik sebelum digunakan untuk ruangan lain.
  2. Tekstil, linen, dan pakaian harus dimasukkan ke dalam kantong cucian bertanda khusus, dicuci dalam suhu panas (70°C atau lebih) dengan deterjen biasa. Semua barang-barang bekas pakai harus ditangani dengan tepat untuk mengurangi kemungkinan risiko penularan.
  3. Penggunaan desinfektan tidak cocok digunakan pada telepon, peralatan remote control, pegangan pintu, tombol di lift, dll, maka untuk membersihkan barang-barang tersebut dapat menggunakan alkohol 70%.
  4. Barang sekali pakai (handuk tangan, sarung tangan, masker, tisu) harus ditempatkan dalam wadah dengan penutup dan dibuang sesuai dengan standar pengelolaan limbah.
  5. Barang sekali pakai (handuk tangan, sarung tangan, masker, tisu) harus ditempatkan dalam wadah dengan penutup dan dibuang sesuai dengan standar pengelolaan limbah.
  6. Secara umum, jika tamu yang sakit hanya melewati atau berada sebentar di dalam (koridor) atau area publik lainnya, tidak perlu dibersihkan dan didesinfeksi secara khusus.
  7. Peningkatan pembersihan dan desinfeksi harus mengacu pada SOP yang telah ditetapkan, seperti pengelolaan limbah padat, dan mengenakan alat pelindung diri (APD).
Ya, sarapan pagi dan layanan makanan diperbolehkan dan harus diantar ke kamar. Tidak ada layanan makanan di dalam restoran, kafe, dan bar.
Tidak ada layanan hotel yang diperbolehkan selama PSBB.
Tidak bisa.
Layanan pijat tidak diperbolehkan selama PSBB.
  1. Mengikuti rekomendasi/saran yang sudah dikeluarkan pemerintah dan pihak berwajib.
  2. Melakukan disinfeksi seluruh bagian hotel.
  3. Pengaturan Staf Hotel.
  4. Manajemen hotel harus memastikan semua staf hotel mematuhi arahan dari pemerintah, langkah pencegahan yang diperlukan antara lain: mencuci tangan secara teratur, tidak menyentuh mulut, mata dan hidung, menghindari kerumunan dengan menjaga jarak, serta mensterilkan benda-benda yang sering disentuh di ruang publik.
  5. Pengawasan.
  6. Manajemen hotel harus melakukan pengawasan terhadap seluruh staf hotel karena tingginya interaksi di industri pariwisata, hal ini perlu diwaspadai dengan pemeriksaan kesehatan seluruh staff hotel.
  7. Membuat rekapitulasi data.
  8. Disarankan untuk membuat catatan (log data) mencakup kebersihan dan sterilisasi (termasuk: tanggal, waktu nama petugas pelaksana).
  1. Semua staf yang bertugas di area depan diwajibkan menggunakan masker (disarankan masker kain).
  2. Menyediakan hand sanitizer di sudut sudut lobi hotel dan meja security.
  3. Seluruh tamu dan pegawai wajib diperiksa suhu badan setiap pagi dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.
  4. Jika ada tamu dan pegawai yang suhu badannya diatas suhu 37,5°C, diarahkan ke fasilitas kesehatan.
  5. Menyediakan informasi mengenai COVID 19 dan pencegahannya.
  6. Menyediakan informasi kesehatan yang bisa akses oleh tamu.
  7. Membuat penanda jarak aman di lift.
  • Staf meja resepsionis harus tersedia informasi mengenai COVID-19, termasuk fasilitas kesehatan.
  • Menyediakan cairan hand sanitizer di meja resepsionis.
  • Mengatur meja resepsionis dengan mengukur jarak aman antara resepsionis dan tamu.
  • Menandai area antrian dengan jarak antar tamu minimum 1 meter.
  • Menginformasikan kepada tamu mengenai tindakan pencegahan yang dilakukan manajemen hotel (termasuk layanan medis dan farmasi di dalam area tersebut).
  • Menyediakan set peralatan medis darurat yang berisi:
  • cairan disinfektan;
  • masker;
  • sarung tangan sekali pakai;
  • pelindung mata; dan
  • baju sekali pakai.
  • Disarankan untuk tidak menempatkan staf resepsionis berusia diatas 40 tahun.
  • Hindari kontak fisik dalam bentuk apapun dengan tamu (seperti berjabat tangan).
  • Resepsionis perlu mengetahui negara mana saja yang menjadi wilayah pandemi COVID-19.
  • Menanyakan riwayat perjalanan tamu selama 14 hari sebelumnya.
  1. Menginformasikan kepada tamu agar segera menghubungi staf hotel jika memiliki gejala COVID-19.
  2. Resepsionis harus menanyakan apakah tamu mengalami gejala seperti COVID-19 seperti: demam, batuk atau sesak napas.
  3. Resepsionis harus mencuci tangan/membasuh dengan cairan sanitizer setelah melakukan pengecekan dokumen tamu.
  4. Resepsionis dianjurkan untuk dapat mendeteksi tamu yang terlihat sakit. Semua data diri tamu dibuatkan catatan dan dilaporkan ke manajemen hotel.
  1. Semua staf yang bertugas di area housekeeping (membersihkan kamar) diwajibkan menggunakan masker, celemek, dan sarung tangan kain.
  2. Semua staf yang bertugas di area hotel (selain kamar) wajib menggunakan masker dan sarung tangan.
  3. Menyediakan hand sanitizer di seluruh sudut hotel (terutama di ruangan yang sering dikunjungi tamu).
  4. Memastikan ketersediaan sabun untuk cuci tangan di toilet umum dan kamar.
  5. Membersihkan area yang benda bendanya sering disentuh tamu (gagang pintu, tombol lift).
  6. Melakukan tindakan pembersihan dan desinfeksi di area umum hotel seperti : lobi, toilet, aula.
    koridor, dan lift secara berkala.
  7. Petugas kebersihan harus dilatih tentang penggunaan APD sederhana (masker, sarung, tangan) dan kebersihan tangan segera setelah melepas APD, dan ketika pekerjaan pembersihan dan disinfeksi selesai.
  8. Staff kebersihan harus diberikan pelatihan mengenai penggunaan dan penyimpanan produk-produk desinfektan seperti pemutih yang mungkin berada pada konsentrasi yang lebih tinggi dari biasanya. Staf harus dilatih cara menggunakan pemutih dan cara membilasnya setelah 10 menit.
  9. Staf kebersihan (cleaning) harus dilatih tentang penggunaan dan dilengkapi dengan peralatan perlindungan pribadi sebagaimana tercantum di bawah ini:
  • sarung tangan;
  • pakaian sekali pakai;
  • sepatu tertutup;
  • jika melakukan prosedur yang menghasilkan percikan (seperti saat mencuci permukaan), tambahkan pelindung wajah dan celemek yang kedap air).
  1. Restoran, sarapan, dan ruang makan dan staf bar harus menjaga kebersihan pribadi (mencuci tangan secara teratur, etika batuk yang benar, memakai masker) seketat mungkin.
  2. Tamu tidak diperbolehkan makan di area hotel. Sarapan dan pengantaran makanan ke kamar dapat tetap berjalan. Makanan harus dikemas dengan packaging tertutup yang aman selama pengantaran. Layanan makan di kamar dapat tetap berlaku sesuai jam operasional masing-masing hotel.
  3. Alat makan sekali pakai, termasuk tissue, tidak boleh diletakkan di area umum. Alat tersebut dapat diberikan langsung kepada tamu.
  1. Semua piring, barang perak, dan gelas harus dicuci dan didesinfeksi dengan mesin pencuci piring (menggunakan sabun/deterjen antiseptik atau bahan antiseptik lainnya), termasuk barang-barang yang belum pernah digunakan, karena mungkin telah bersentuhan dengan tangan para tamu atau staf.
  2. Jika karena alasan apapun pencucian manual diperlukan, langkah-langkah yang biasa harus diikuti (cuci dengan sabun/deterjen antiseptik, bilas), dengan mengambil langkah pencegahan maksimum.
  3. Pengeringan peralatan makan harus dilakukan menggunakan handuk kertas sekali pakai. Demikian juga taplak meja dan serbet harus dicuci dengan cara biasa.
Meja harus diatur sedemikian rupa sehingga jarak dari belakang satu kursi ke belakang kursi lain harus lebih dari 1 meter, dan begitu pula untuk kursi yang berhadapan.
  1. Dianjurkan mencampurkan cairan antiseptik ke dalam tempat yang berpotensi ada air dalam jumlah banyak dan dikunjungi tamu, seperti: kolam renang, atau spa. Pemberian cairan antiseptik harus merujuk pada penggunaan standar internasional.
  2. Peralatan pencuci piring dan binatu. Disarankan untuk peralatan cuci piring dan binatu dilakukan disinfeksi secara rutin. Selain itu peralatan makan juga disemprot cairan antiseptik dalam batas aman.
  3. Pendingin ruangan. Meskipun COVID-19 tidak menular melalui udara, penting untuk memperhatikan filter pendingin udara dan membersihkan secara berkala. Perlu diperiksa juga jika ada ventilasi/saluran pertukaran udara.
  4. Dispenser (alat isi ulang). Pemeriksaan rutin untuk memeriksa fungsi dispenser sabun, tisu, hand sanitizer, dan alat pengering tangan diseluruh lokasi hotel. Menyediakan cairan hand sanitizer di tempat yang sering dikunjungi tamu seperti area lobi, restoran, dan toilet.
  1. Semua staf hotel harus benar-benar mematuhi dasar langkah-langkah perlindungan terhadap COVID-19 yang sudah direkomendasikan oleh WHO, seperti kebersihan tangan, menjaga jarak, hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut, etika batuk, dan disarankan segera mencari pertolongan medis jika merasakan gejala COVID-19.
  2. Setiap staf restoran, sarapan dan ruang makan, dan staf bar harus menjaga kebersihan pribadi (mencuci tangan secara teratur, memakai masker, menerapkan etika batuk dan bersin yang benar) seketat mungkin.
  1. Tidak diperbolehkan menyajikan makanan secara prasmanan. Makanan harus disajikan dengan packaging yang aman untuk diantar ke tamu.
  2. Mesin pembuat kopi, mesin minuman soda, dan lainnya, khususnya bagian-bagian yang lebih banyak bersentuhan dengan tangan pengguna, harus dibersihkan dan didesinfeksi setidaknya setelah setiap layanan dan lebih sering.
  1. Para tamu diinformasikan bahwa makan di restoran/kafe tidak diperbolehkan, namun layanan kamar, ambil sendiri (takeaway), dan pengiriman masih diperbolehkan.
  2. Pastikan tamu menjaga jarak minimum 1 meter dan menggunakan masker.
  3. Tamu disarankan menggunakan hand sanitizer yang tersedia di area restoran/kafe.
  1. Lakukan pemeriksaan suhu tubuh setidaknya 2 kali sehari.
  2. Jika sedang dalam keadaan tidak sehat, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan dan jangan bekerja.
  3. Gunakan masker setiap saat.
  4. Terapkan etika batuk/bersin: tutup mulut menggunakan lengan atas bagian dalam atau tisu saat batuk atau bersin dan segera buang tisu yang kotor ke tempat sampah. Lalu cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air.
  5. Bersihkan toilet secara teratur dan bagi pengguna toilet, siram toilet setelah digunakan.
  6. Terapkan kebersihan diri (mencuci tangan dengan sabun dan air) terutama setelah menggunakan toilet, melakukan pekerjaan pembersihan serta sebelum dan sesudah makan.
  7. Gunakan sarung tangan saat melakukan pekerjaan pembersihan dan saat menangani limbah.
  8. Hindari menyentuh area wajah.
  9. Lakukan pembersihan menggunakan desinfektan/deterjen antiseptik terhadap peralatan setelah digunakan.
  10. Tata tempat duduk atau kursi dengan jarak antar tamu minimal 1 meter.
  1. Para tamu diinformasikan bahwa makan dan minum di bar tidak diperbolehkan, namun layanan kamar, ambil sendiri (takeaway), dan pengiriman masih diperbolehkan.
  2. Pastikan tamu menjaga jarak minimum 1 meter dan menggunakan masker.
  3. Tamu disarankan menggunakan hand sanitizer yang tersedia di area bar.
  1. Pastikan kebersihan dari nampan dan troli yang digunakan.
  2. Gunakan sarung tangan dan usahakan untuk selalu menjaga jarak.
  3. Disarankan untuk peralatan cuci piring dan binatu dilakukan disinfeksi secara rutin. Selain itu peralatan makan juga disemprot cairan antiseptik dalam batas aman.
  4. Staf harus menjaga kebersihan pribadi (mencuci tangan secara teratur, memakai masker, menerapkan etika batuk dan bersin yang benar) seketat mungkin.

PSBB Transisi: Sektor Olahraga

Dalam upaya memastikan keamanan pada aktivitas olahraga pada masa transisi, maka masyarakat harus melakukan pencegahan serta pengendalian Covid-19 dengan tetap melaksanakan protokol dan tata tertib kesehatan yang sesuai dengan Keputusan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.

Pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 pada kegiatan olahraga di lingkungan masyarakat diatur dengan ketentuan berikut:
  • Mengutamakan olahraga yang bisa dilakukan di rumah seperti cardio, senam aerobik, yoga, dan olahraga sejenisnya untuk mengurangi resiko terinfeksi tertular Covid-19
  • Olahraga di luar rumah wajib dilakukan di ruang terbuka dengan tetap memperhatikan jarak aman serta mematuhi protokol kesehatan yang berlaku
  • Menjauhi kegiatan yang menimbulkan keramaian
  • Tidak melakukan aktifitas olahraga dengan kontak fisik langsung seperti sepak bola, futsal, basket, olahraga berpasangan (double), beladiri berpasangan atau berkelompok, dan olahraga lain
  • Olahraga sewajarnya dan tidak berlebihan sehingga menyebabkan kelelahan berlebih dan mengurangi daya tahan tubuh yang berakibat meningkatkan resiko terinfeksi Covid-19.

Informasi lainnya mengenai pelaksanaan protokol keamanan di sektor olahraga dapat Anda lihat di:

Keputusan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga No. 98 Tahun 2020 (unduh di sini)

PSBB Transisi: Sektor Transportasi

Pencegahan Covid-19 sektor transportasi pada masa transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif meliputi:
  • pengendalian kapasitas angkut bagi penggunaan moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang;
  • pengendalian mobilitas penduduk melalui pengutamaan penggunaan transportasi sepeda dan berjalan kaki;
  • perlindungan terhadap penumpang, awak dan sarana transportasi.
Pengaturan umum jam operasional pada masing-masing moda diatur sebagai berikut:
  • Transjakarta: 05.00 — 22.00 WIB
  • Angkutan Umum Reguler: 05.00 — 22.00 WIB
  • Moda Raya Terpadu (MRT): 05.00 — 21.00 WIB
  • Lintas Raya Terpadu (LRT) : 05.30 — 21.00 W1B
  • Angkutan Perairan: 07.00 — 15.00 WIB
Ketentuan Operasional Ojek
Pengemudi angkutan roda dua (ojek online dan ojek pangkalan) dalam mengangkut penumpang wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut:
  • menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sekurang-kurangnya berupa masker dan menyediakan hand sanitizer;
  • tidak diizinkan beroperasi pada wilayah yang ditetapkan sebagai wilayah pengendalian ketat berskala lokal;
  • menjaga kebersihan sepeda motor dan helm penumpang, dengan melakukan disinfeksi secara rutin setiap selesai mengangkut penumpang;
  • mulai beroperasi pada tanggal 8 Juni 2020;
  • khusus ojek online, juga wajib menggunakan jaket dan helm beridentitas nama perusahaan aplikasi.
  • perusahaan aplikasi transportasi online wajib menerapkan pengaturan geofencing sehingga pengemudi angkutan roda dua (ojek online) tidak beroperasi pada wilayah yang ditetapkan sebagai wilayah pengendalian ketat berskala lokal.
Perlindungan Penumpang
Perlindungan terhadap penumpang, awak dan sarana transportasi, menjadi tanggung jawab operator melalui:
  • menyediakan hand sanitizer yang dapat digunakan oleh penumpang saat menggunakan sarana transportasi;
  • menyediakan APD sekurang-kurangnya berupa masker bagi pegawai dan awak sarana transportasi;
  • melakukan disinfeksi sarana transportasi sebelum dan sesudah beroperasi.

PSBB Transisi: Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Bidang Usaha yang dapat Beroperasi selama Masa Transisi
Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, maka beberapa bidang usaha dibagi tanggal mulai operasionalnya sebagai berikut:
  • Mulai tanggal 5 Juni 2020 - 2 Juli 2020, fasilitas olahraga outdoor sudah boleh digunakan dengan jumlah pengunjung maksimal 50%
  • Mulai tanggal 8 Juni 2020 - 15 Juni 2020, usaha jasa makanan dan minuman, baik yang berdiri sendiri maupun fasilitas hotel, boleh melakukan pelayanan makan-minum ditempat (dine-in) atau pesan-antar (take away), kecuali usaha makan-minum yang berada di Pusat Perbelanjaan/Mal, hanya diperbolehkan pesan-antar (take away).
  • Mulai tanggal 8 Juni 2020 - 2 Juli 2020, Museum dan Galeri sudah boleh beroperasi dengan total 50% pemilik usaha, pekerja, dan pengunjung.
  • Mulai tanggal 13 Juni 2020 – 2 Juli 2020, Pantai atau Kepulauan Seribu sudah boleh beroperasi dengan total 50% pemilik usaha, pekerja, dan pengunjung.
  • Mulai tanggal 15 Juni 2020 – 2 Juli 2020, pusat perbelanjaan (mal), usaha jasa makanan dan minuman yang berdiri sendiri baik fasilitas hotel maupun pusat perbelanjaan (kecuali bar), jasa perawatan rambut (salon/barbershop), dapat beroperasi dengan total 50% pemilik usaha, pekerja, dan pengunjung.
  • Mulai tanggal 20 Juni 2020 – 2 Juli 2020, taman rekreasi indoor dan outdoor (kecuali waterpark), kawasan pariwisata, taman margasatwa/kebun binatang, sudah boleh beroperasi dengan total 50% pemilik usaha, pekerja, dan pengunjung.

Protokol Umum yang Harus Dilakukan Selama Bidang Usaha Beroperasi
Dalam rangka menuju masyarakat kota Jakarta yang sehat, aman, dan produktif, pelaku usaha, pekerja, dan pengunjung perlu mengikuti protokol kesehatan yang berlaku sebagai berikut:

Protokol untuk Pelaku Usaha atau Pemilik
1. Penanggung jawab usaha wajib mengisi, menandatangani, dan menempel formulir pakta integritas pada lokasi yang mudah dilihat oleh tamu/pengunjung;
2. memaksimalkan pekerja yang berusia dibawah 45 tahun, selain itu disarankan melakukan pengaturan penempatan dan waktu kerja bagi karyawan yang berusia lebih dari 45 tahun atau memiliki penyakit bawaan untuk meminimalisir resiko penularan;
3. semua pekerja dan tamu/pengunjung wajib untuk selalu menggunakan masker yang menutup mulut serta hidung;
4. area publik dan fasilitas umum yang sering disentuh seperti, tombol lift, pegangan pintu, pegangan tangga harus dibersihkan atau didesinfeksi setiap 4 jam sekali;
5. setiap tempat usaha harus menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadai dan mudah diakses oleh pekerja dan konsumen/pelaku usaha. Jika perlu pasang petunjuk lokasi sarana cuci tangan;
6. menyediakan tempat sampah khusus Covid-19 untuk membuang alat pelindung diri, masker atau tisu yang telah digunakan;
7. pastikan pekerja memahami perlindungan diri dari penularan Covid-19 dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS);
8. wajib melakukan pengecekan suhu badan di pintu masuk. Apabila ditemukan pekerja dengan suhu > 37,3 °C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan masuk dan diminta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Petugas untuk mengukur suhu harus dilengkapi alat pelindung diri (masker, sarung tangan, dan face shield);
9. untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit Covid-19, maka penanggung jawab usaha wajib menerapkan kebijakan Self Assessment Risiko Covid-19;
10. apabila bidang usaha menyediakan makanan untuk pekerja, maka asupan nutrisi makanan yang diberikan perlu diatur. Disarankan untuk memberi pekerja buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C dan suplemen vitamin C. Apabila tidak menyediakan makanan, maka pelaku usaha wajib memberikan himbauan terkait hal ini kepada pekerja;
11. memasang media informasi untuk mengingatkan pekerja, pelaku usaha, konsumen atau pengunjung agar mengikuti ketentuan pembatasan jarak fisik, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir/hand sanitizer, serta menggunakan masker;
12. mengoptimalkan desain dan fungsi ruang kerja dengan sirkulasi udara yang baik dan mendapatkan sinar matahari yang cukup;
13. untuk menjaga imunitas pekerja, pelaku usaha perlu mengatur waktu kerja agar tidak terlalu panjang (lembur);
14. pembatasan jarak fisik minimal 1 meter perlu diterapkan dengan beberapa langkah: 

  • memberikan tanda khusus yang ditempatkan di lantai area padat pekerja/pengunjung seperti ruang ganti, lift, toilet, area kasir, area customer service dan area lain sebagai pembatas jarak antar pekerja dan tamu/pelanggan;
  • jumlah pekerja yang masuk perlu diatur agar pembatasan fisik tetap terjaga;
  • meja dan tempat duduk perlu diatur dengan jarak minimal 1 meter;
15. melakukan upaya untuk meminimalkan kontak dengan pelanggan:
  • menggunakan pembatas/partisi (misalnya flexy glass) di meja atau counter sebagai perlindungan tambahan untuk pekerja (kasir, customer service dll);
  • mendorong penggunaan metode pembayaran non tunai (tanpa kontak dan tanpa alat bersama), apabila masih menjalankan transaksi tunai maka pelaku usaha wajib menerapkan tindakan yang dianggap perlu untuk mencegah penularan Covid-19.
16. mencegah kerumunan pelanggan, dengan cara:
  • menetapkan kuota dan mengontrol jumlah karyawan/pelanggan yang dapat masuk ke lokasi usaha untuk menghindari kerumunan;
  • menerapkan sistem antrian di pintu masuk dan menjaga jarak minimal 1 meter;
  • pesanan/reservasi secara daring atau melalui telepon dapat diterapkan untuk menghindari kontak langsung dengan pelanggan. Jika memungkinkan, pelaku usaha dapat menyediakan layanan pesan antar (delivery services) atau dibawa pulang secara langsung (take away);
  • melaksanakan jam layanan, sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan pemerintah daerah setempat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
17. menugaskan orang atau tim khusus yang bertanggung jawab khusus untuk memastikan protokol diterapkan dan melakukan pengawasan;
18. melakukan koordinasi dengan instansi yang menangani bidang kesehatan dan penanggulangan bencana di daerah setempat;
19. mempunyai dan menerapkan prosedur mengenai:
  • penanganan bagi tamu/konsumen/pengunjung yang diduga mengalami sakit;
  • pembersihan dan pendesinfeksian tempat yang didatangi tamu/pengunjung/karyawan terduga positif Covid-19;
  • membantu pelacakan kontak;
20. mendokumentasikan seluruh tindakan yang sudah dilaksanakan dalam rangka penanganan COVID-19. Dokumen dan rekaman disimpan setidaknya selama 3 bulan untuk penelusuran;
21. Edukasi dan pelatihan mengenai cara mencegah dan melindungi diri dari Covid-19 perlu dilakukan kepada para pekerja di tempat kerja.

Protokol untuk Pekerja atau Karyawan
  • Wajib untuk selalu menggunakan masker saat berangkat, selama berada di tempat kerja, dan pulang dari tempat kerja;
  • Sebelum berangkat bekerja, pastikan tidak dalam kondisi sakit. Jika pekerja mengalami gejala seperti demam/batuk/pilek/sakit tenggorokan disarankan untuk tidak masuk bekerja dan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan jika diperlukan;
  • pekerja yang mengalami demam, flu, atau gejala Covid-19 pada saat di tempat kerja, wajib melaporkan kepada atasan, temui dokter, dan jauhi rekan kerja lainnya;
  • jaga daya tahan tubuh dengan makan makanan yang bergizi seimbang;
  • aktivitas fisik minimal 30 menit per hari, istirahat cukup (tidur minimal 7 jam), dan berjemur di pagi hari sangat disarankan untuk menjaga imunitas tubuh;
  • melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) setiap hari seperti, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, atau menggunakan hand sanitizer saat sebelum dan setelah beraktifitas, etika batuk/pilek/bersin, menghindari menyentuh wajah (mata, hidung, mulut);
  • tetap jaga jarak/physical distancing minimal 1 meter saat berhadapan dengan pelaku usaha atau rekan kerja saat bertugas;
  • menggunakan pakaian khusus kerja dan mengganti pakaian saat selesai bekerja;
  • bila perlu, pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti, sarung tangan serta pelindung mata dan wajah terutama petugas pengecek suhu tubuh, penerima tamu, kasir dan penyaji makanan;
  • menghindari penggunaan alat pribadi secara bersama seperti alat sholat, alat makan, dan lainnya;
  • segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah. Bersihkan barang-barang yang sering disentuh di luar rumah seperti, handphone, kacamata, tas, dan barang lainnya dengan cairan desinfektan;
  • melakukan pembersihan dan desinfeksi secara berkala di area kerja dan area publik, memeriksa dan memelihara sistem ventilasi dan pendingin udara secara teratur, terutama di lift dan toilet;
  • menyapa tamu/pelanggan dengan tidak bersalaman.

Protokol untuk Tamu atau Pengunjung
  • Wajib untuk selalu menggunakan masker selama berada di area publik;
  • dilarang membawa anak berusia kurang dari 5 tahun;
  • menerapkan budaya etika batuk atau bersin, dengan menutup mulut menggunakan tisu, dan buang tisu yang kotor ke tempat sampah yang telah disediakan;
  • jaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer;
  • menghindari menyentuh bagian tubuh yang terbuka seperti mata, hidung, wajah, dan lengan dengan sarung tangan kotor atau tangan yang belum dicuci menggunakan sabun atau hand sanitizer;
  • tetap memperhatikan jaga jarak atau physical distancing minimal 1 meter dengan orang lain.

PSBB Transisi: Sektor Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM

Protokol Pencegahan COVID-19 di Sektor Perindustrian
Perusahaan Industri dan/atau Perusahaan Kawasan Industri dan layanan pendukung (bengkel, servis, dan fotokopi) diberikan izin untuk tetap menjalankan kegiatan usahanya dan wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut:


Bagi pemilik dan penanggung jawab perindustrian (pabrik) dan layanan pendukung (bengkel, servis, dan fotokopi):
  • Melakukan screening awal kepada seluruh pekerja melalui pemeriksaan suhu tubuh dan orang dengan gejala pernapasan seperti batuk/flu/sesak napas pada waktu memasuki area pabrik dan pergantian sif;
  • jika ditemukan pekerja yang tidak sehat DILARANG dalam kegiatan perusahaan dan merekomendasikan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan perusahaan/pemerintah;
  • memastikan pekerja yang tidak sehat dan memiliki riwayat perjalanan dari negara atau zona/kota dengan transmisi lokal Covid-19 dalam 14 (empat belas) hari terakhir tidak memasuki area pabrik. Hal ini diinformasikan melalui pemberitahuan di area pintu masuk. Informasi daftar negara dengan transmisi lokal Covid-19 dapat diakses di wwvv.covid19 kemkes.go.id;
  • memastikan area kerja memiliki sirkulasi udara yang baik dan memiliki fasilitas memadai untuk mencuci tangan, termasuk fasilitas mencuci tangan sebelum memasuki bangunan/gedung;
  • memastikan ketersediaan sabun dan air yang mengalir untuk mencuci tangan atau pencuci tangan berbasis alkohol serta masker, sarung tangan dan pakaian yang menjamin keamanan pekerja dan produk yang dihasilkan;
  • meningkatkan frekuensi pembersihan secara rutin antara lain dengan cairan disinfektan untuk area yang umum digunakan, seperti kamar mandi, konter registrasi dan pembayaran, dan area makan terutama pada jam padat aktivitas;
  • melakukan pembatasan jumlah pekerja pada saat penggunaan fasilitas umum, seperti tempat ibadah, kantin dan toilet;
  • menyediakan suplemen dan makanan bergizi untuk seluruh pekerja;
  • menyiapkan panduan bagi pekerja mulai dari pekerja keluar dari tempat tinggal sampai dengan kembali ke tempat tinggal; dan
  • turut serta mensosialisasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan informasi tentang COVID-19 melalui pemasangan banner/spanduk/infografis pada tempat- tempat yang strategis di area pabrik.
  • jika selama dalam area pabrik, terdapat pekerja yang sakit, maka tidak melanjutkan kegiatan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan perusahaan/pemerintah;

Protokol untuk Pekerja
Pekerja yang kembali dari negara atau zona/kota dengan transmisi lokal Covid-19 dalam 14 (empat belas) had terakhir WAJIB menginformasikan kepada perusahaan. Jika pada saat berada di area pabrik mengalami demam atau gejala pernapasan seperti batuk/ sesak napas, maka tidak melanjutkan kegiatan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan perusahaan/pemerintah;
  • memakai masker sejak keluar rumah, memakai masker serta sarung tangan selama berada di area pabrik;
  • menjaga jarak minimal 1 (satu) meter (physical distancing) dan DILARANG berkelompok pada saat jam istirahat;
  • seluruh pekerja harus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan secara teratur menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol serta menghindari menyentuh area wajah yang tidak perlu; dan
  • DILARANG berjabatan tangan dengan sesama pekerja atau orang lain, dan mengadopsi alternatif bentuk sapa lainnya.

PSBB Transisi: Sektor Budaya

Ketentuan Operasional Museum Milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada PSBB Masa Transisi
Museum milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai beroperasi kembali pada tanggal 8 Juni 2020. Kunjungan bisa dilakukan pada hari Selasa - Minggu pukul 09.00-15.00 WIB. Kunjungan harus dilakukan dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19 di antaranya:
  • Membentuk Tim Penanganan Covid-19 di Unit Kerja pengelola museum dan memastikan petugas museum yang bertugas tidak terpapar Covid-19
  • Pembatasan jumlah pengunjung maksimal 50% dari kapasitas museum
  • Pengelola dan pengunjung wajib menggunakan masker
  • Memastikan seluruh area museum bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan disinfektan
  • Setiap pengunjung harus melakukan cek suhu tubuh di pintu masuk museum
  • Menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, atau hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar museum, serta di tempat-tempat strategis
  • Tetap jaga jarak minimal 1 (satu) meter dalam semua aktivitas pelayanan museum serta menghindari kegiatan yang dapat menciptakan kerumunan orang
  • Petugas museum menyampaikan informasi protokol pencegahan penularan Covid-19 kepada pengunjung secara aktif
  • Menyediakan area atau ruangan tersendiri untuk mengobservasi petugas atau pengunjung yang ditemukan gejala pada saat pengecekan

Pelaksanaan PSBB Masa Transisi

Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif yang selanjutnya disebut Masa Transisi adalah pelaksanaan pemberlakuan PSBB dengan melakukan penyesuaian berbagai kegiatan/aktivitas masyarakat berdasarkan indikator kajian epidemiologi, penilaian kondisi kesehatan publik dan penilaian kesiapan fasilitas kesehatan dan kewajiban masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pencegahan Covid-19.
Pemberlakuan Masa Transisi dilaksanakan secara bertahap terhadap kegiatan/aktivitas meliputi:
  • pembelajaran di sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya;
  • kegiatan keagamaan di rumah/tempat ibadah;
  • aktivitas bekerja di tempat kerja;
  • kegiatan di tempat/fasilitas umum;
  • kegiatan sosial dan budaya; dan
  • pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi.

Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Masa Pandemi Covid-19 adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran untuk mencegah terpaparnya diri dan lingkungan sekitar dari penyebaran Covid-19.

Setiap orang yang tinggal/berdomisili di Provinsi DKI Jakarta dalam berkegiatan:
1. Wajib menggunakan masker di luar rumah;
2. Melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui penerapan PHBS pencegahan Covid-19 dengan ketentuan sebagai berikut:

  • membatasi aktivitas ke luar rumah hanya untuk kegiatan yang penting dan mendesak;
  • menjaga kesehatan diri dan tidak beraktivitas di luar rumah ketika merasa tidak sehat;
  • membatasi aktivitas di luar rumah bagi mereka yang memiliki resiko tinggi bila terpapar Covid-19;
  • melakukan pembatasan fisik (physical distancing) berjarak dalam rentang paling sedikit 1 (satu) meter antara orang jika dalam berinteraksi kelompok;
  • membatasi diri untuk tidak berada dalam kerumunan orang;
  • menghindari penggunaan alat pribadi secara bersama;
  • mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum dan/atau sesudah beraktivitas;

Pimpinan/penanggung jawab setiap tatanan sebagaimana dimaksud harus:

1. menerapkan higiene dan sanitasi lingkungan pada setiap tatanan;
2. menerapkan pembatasan jarak antar orang untuk semua aktifitas di setiap tatanan, termasuk pada sarana mobilitas vertikal seperti penggunaan lift dan tangga (physical distancing);
3. melakukan pengukuran suhu tubuh di setiap titik masuk lingkungan di setiap tatanan;
4. menghindari aktivitas kerja/kegiatan yang dapat menciptakan kerumunan orang;
5. menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan penerapan PHBS pencegahan Covid-19;
6. memasang tanda indikator dan/atau penjelasan terkait penerapan PHBS pencegahan Covid-19 pada setiap tatanan yang menjadi tanggung jawabnya; 7. menghimbau dan melakukan edukasi kepada semua orang yang berada dalam tanggung jawabnya untuk menerapkan PHBS pencegahan Covid-19; dan
8. melakukan pengawasan internal PHBS pencegahan Covid-19 secara berkala pada setiap tatanan yang menjadi tanggung jawabnya.

PSBB Transisi: Sektor Perpustakaan

  • Ketentuan ini berlaku pada layanan perpustakaan umum di DKI Jakarta selama PSBB Masa Transisi
  • Layanan Perpustakaan Umum di lingkungan Dinas Perpustakaan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta dibuka secara terbatas mulai tanggal 8 Juni 2020
  • Layanan perpustakaan yang diberikan adalah layanan baca di tempat. Dengan begitu koleksi baca tidak dapat dipinjam atau dibawa pulang.
Jam layanan Perpustakaan Umum di Cikini, Kuningan, Perpustakaan Umum di lima wilayah kota dan pusat dokumentasi Sastra HB Jassin dibuka pada hari senin s.d minggu, pukul 10.00-15.00 WIB (kecuali hari libur nasional atau hari cuti).

PSBB Transisi: Sektor Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk

Ketentuan Pengelolaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) selama PSBB Masa Transisi
Selama PSBB Masa Transisi, RPTRA belum bisa dibuka kembali sebagaimana amanat keputusan Gubernur Nomor 563 Tahun 2020
Pengelola RPTRA bekerja dari rumah namun tetap memantau RPTRA melalui patroli.